Event JSON
{
"id": "6c9ae1903e96fb7827e8db07dd2944fbfed0e5bc3a69217e390d7e0c968ca8e6",
"pubkey": "42ae5db5fe31c01c997f4c293f99d6d2958036da5edb224a4ce157018c8cc378",
"created_at": 1772484365,
"kind": 1,
"tags": [
[
"t",
"Ekonomi"
],
[
"t",
"Internasional"
],
[
"t",
"Opini"
],
[
"t",
"AS"
],
[
"t",
"Forsiber"
],
[
"t",
"Hamdi Putra"
],
[
"t",
"Negosiasi Dagang"
],
[
"t",
"RI"
],
[
"proxy",
"https://faktanasional.net/feed/atom/#https%3A%2F%2Ffaktanasional.net%2F2026%2F03%2F03%2Fakhirnya-pemerintah-akui-negosiasi-dagang-ri-as-tidak-normal%2F",
"rss"
]
],
"content": "Akhirnya Pemerintah Akui Negosiasi Dagang RI-AS Tidak Normal\n\nFAKTANASIONAL.NET – Pernyataan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, bahwa kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat “bukan negosiasi normal” bukanlah sekadar klarifikasi. Ini adalah pengakuan tersirat...\nThe post https://faktanasional.net/2026/03/03/akhirnya-pemerintah-akui-negosiasi-dagang-ri-as-tidak-normal/\n.\n\n\nhttps://faktanasional.net/2026/03/03/akhirnya-pemerintah-akui-negosiasi-dagang-ri-as-tidak-normal/",
"sig": "2b6e8fe04715ea2abf8af710d26143c571f648819b0f42c7a067ea90eabf61e5cc404a952b5c047ea431ef5fe50320d513566928ff29b54f4c8514ab6ce67ed9"
}